Kentang yang ditanam di tanah berpasir Mesir mendominasi impor panen awal Rusia, kata seorang ahli.
Artikel Gambaran Umum:
Sebagian besar kentang impor yang disebut "awal" yang tiba di Rusia berasal dari Mesir, tempat kentang tersebut ditanam langsung di pasir gurun, menurut Alexei Krasilnikov, Direktur Eksekutif Persatuan Kentang Rusia. Ia menjelaskan bahwa citra satelit menunjukkan ladang berbentuk lingkaran di barat daya Mesir, tempat kentang dibudidayakan di pasir tanpa tekanan tanah hitam, tanah liat, atau batu. Hal ini menghasilkan produk yang tampak sangat bersih, halus, dan menarik. Namun, Krasilnikov mencatat bahwa rasanya berbeda secara signifikan dari kentang Rusia, karena pasir kekurangan unsur mikro alami. Sementara kentang Rusia menyerap unsur-unsur ini dari tanah yang lebih kompleks, petani Mesir hanya mengkompensasinya dengan pupuk dan irigasi menggunakan air artesis.
Sebelumnya, warga Mesir menanam kentang di Delta Nil, tetapi polusi menyebabkan larangan impor dari negara-negara Eropa. Hal ini memaksa para produsen untuk pindah ke daerah gurun. Setelah membuktikan keamanan kentang yang ditanam di pasir, negara-negara Eropa kembali mengizinkan impor, dan Mesir juga mendapatkan persetujuan dari badan pengawas pertanian Rusia, Rosselkhoznadzor. Menurut Persatuan Kentang, Rusia mengimpor 930,000 ton kentang pada tahun 2025, di mana sekitar 500,000 ton berasal dari Mesir, 170,000 ton dari Tiongkok, dan 82,000 ton dari Belarus.






















