Badai hujan es yang dahsyat telah menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman kentang di Yunguyo Provinsi yang terletak di wilayah Puno di Peru selatan. Menurut Mary Carmen Mamani RuelasMenurut wakil prefek Yunguyo, peristiwa cuaca ekstrem tersebut terjadi pada dini hari Rabu, antara pukul 02.30 dan 03.40.
Badai tersebut berdampak parah pada wilayah Chimbo, bagian dari distrik Cuturapi, di mana beberapa hektar lahan pertanian mengalami kerusakan. Laporan menunjukkan bahwa hujan es menumpuk hingga setebal 15–20 sentimeter, menyebabkan kerugian serius pada tanaman kentang yang dibudidayakan secara tradisional aynoca sistem. Daerah Inicati, di sektor Challapampa, juga terdampak oleh hujan es.
Para wakil gubernur setempat menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut dan mengirimkan laporan awal kepada Badan Pertanian dan Platform Pertahanan Sipil. Perwakilan dari kedua lembaga tersebut telah melakukan perjalanan ke daerah yang terkena dampak untuk menilai tingkat kerusakan dan mengoordinasikan langkah-langkah tanggap darurat.
Meskipun pihak berwenang setempat berupaya mengurangi dampak fenomena tersebut menggunakan roket anti-hujan es, upaya ini tidak berhasil, dan badai tersebut menyebabkan kerusakan luas pada ladang kentang. Sebagai bagian dari respons langsung, lembaga tanggap cepat telah mulai mendistribusikan bantuan. pupuk daun kepada para petani yang terdampak sebagai upaya untuk mengurangi tekanan pada tanaman dan mendukung pemulihan.
Pihak berwenang juga menekankan bahwa produksi kentang di Provinsi Yunguyo menghadapi tantangan yang kompleks. Selain hujan es, peristiwa beku Badai telah memengaruhi tanaman di seluruh provinsi dalam beberapa minggu terakhir. Petani di wilayah ini memasok kentang, kacang fava, quinoa, oca, dan tanaman Andes lainnya ke berbagai wilayah di negara ini. Angka pasti mengenai kerugian tanaman akan dirilis setelah evaluasi lapangan oleh Badan Pertanian dan Pertahanan Sipil selesai.
Sumber dan bacaan lebih lanjut: http://argenpapa.com.ar



