Rusia secara resmi mencabut larangan impor kentang dari Pakistan, efektif mulai 8 April, mengakhiri pembatasan fitosanitari yang telah berlaku sejak Mei 2025. Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan Veteriner dan Fitosanitari (Rosselkhoznadzor) memberlakukan larangan awal dengan alasan kekhawatiran terhadap ngengat umbi kentang dan virus layu tomat. Pada bulan Februari, pemerintah Pakistan mengangkat masalah ini kepada otoritas Rusia, menyerahkan catatan status hama dan laporan diagnostik laboratorium yang mengkonfirmasi tidak adanya hama dan patogen ini pada tanaman kentang mereka. Tiga eksportir Pakistan telah disetujui untuk pengiriman awal: Chase International, Zahid Kinnow Grinding & Waxing Plant, dan National Fruit. Atase perdagangan Pakistan di Moskow, Shabana Aziz, mencatat bahwa perusahaan tambahan akan didaftarkan dalam waktu dekat setelah memenuhi persyaratan Rusia, dengan pertemuan B2B virtual yang diatur untuk membantu eksportir memanfaatkan peluang ini.
Pembukaan kembali pasar Rusia datang pada waktu yang tepat, karena Pakistan saat ini sedang mengalami panen kentang yang melimpah, diperkirakan sekitar 12 juta ton. Saluran ekspor baru ini akan membantu menyerap kelebihan stok, menstabilkan harga kentang domestik, mendukung komunitas petani, dan menghasilkan pendapatan devisa yang berharga. Pencabutan pembatasan merupakan pencapaian besar bagi petani kentang Pakistan dan mencerminkan upaya terkoordinasi dari Kementerian Ketahanan Pangan dan Penelitian Nasional, Departemen Perlindungan Tanaman, TDAP, PHDEC, dan Misi Perdagangan Pakistan di Moskow. Terobosan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendiversifikasi pasar ekspor pertanian dan memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan Federasi Rusia.






















