Kentang, tanaman pokok di Swiss, semakin rentan terhadap panas ekstrem dan kekurangan air. Menurut laporan terbaru, suhu di atas 27°C menghentikan pertumbuhan kentang sepenuhnya, dan kekeringan berkepanjangan memperburuk masalah ini. Di kanton Vaud, di mana hujan tidak turun selama berminggu-minggu—kecuali hujan es yang merusak—petani seperti Sébastien Pasche, wakil presiden Serikat Produsen Kentang Swiss, khawatir akan kehilangan hasil panen hingga 50% jika hujan tidak turun dalam dua setengah minggu ke depan.
Penurunan Produksi Skala Kecil
Tantangan perubahan iklim dan tekanan penyakit mendorong produsen kentang skala kecil gulung tikar. Di Fribourg, jumlah petani kentang skala kecil turun dari 360 menjadi 276 hanya dalam sepuluh tahun. Meskipun beberapa petani memiliki sistem irigasi, jumlah mereka tetap minoritas—kurang dari 15%—menunjukkan kesenjangan kritis dalam ketahanan iklim.
Irigasi sebagai Solusi Parsial
Untuk mengatasi kekurangan air, proyek-proyek irigasi baru bermunculan, seperti yang ada di wilayah Broye, yang didukung oleh otoritas federal dan kanton. Namun, paradoksnya tetap ada: pertanian harus melakukan irigasi secara lebih efisien sekaligus mengurangi konsumsi air secara keseluruhan.
Secara global, tren serupa juga diamati. Sebuah studi tahun 2023 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memperingatkan bahwa kenaikan suhu dapat mengurangi hasil panen kentang sebesar 18-32% di Eropa pada tahun 2050 jika langkah-langkah adaptif tidak diterapkan. Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup Eropa (EEA) menekankan bahwa pengelolaan air berkelanjutan akan sangat penting untuk menjaga produktivitas tanaman.
Pertanian kentang Swiss berada di persimpangan jalan, dengan perubahan iklim yang menimbulkan ancaman nyata bagi hasil panen dan petani skala kecil. Meskipun proyek irigasi menawarkan harapan, solusi jangka panjang—seperti varietas tahan kekeringan dan pertanian presisi—harus diprioritaskan untuk memastikan ketahanan pangan. Tanpa tindakan cepat, penurunan produksi kentang dapat semakin cepat, berdampak pada petani, pasar, dan konsumen.



