Pasar tepung kentang diperkirakan akan tumbuh pesat selama dekade berikutnya, dengan pangsa pasar global diperkirakan mencapai USD 6.70 miliar pada tahun 2032, menurut penelitian terbaru oleh Penelitian dan PasarPerluasan ini, dengan proyeksi CAGR sebesar 4.47% dari tahun 2024 hingga 2032, menawarkan peluang besar bagi petani kentang, ahli agronomi, dan pengolah makanan yang ingin memanfaatkan permintaan yang meningkat akan produk serbaguna ini.
Pada tahun 2023, pasar ini bernilai USD 4.52 miliar, dan pendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya permintaan akan makanan olahan dan makanan siap saji. Menurut Wawasan Pasar InnovaKonsumsi global terhadap makanan siap saji telah tumbuh sebesar 3%, dengan negara-negara berkembang, khususnya di kawasan Asia-Pasifik, mengalami peningkatan paling signifikan. Tren ini mencerminkan pergeseran preferensi makanan karena konsumen lebih menyukai makanan siap saji ala Barat.
Pendorong Utama: Makanan Olahan dan Aplikasi Non-Makanan
Makanan olahan dan makanan siap saji tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan pasar tepung kentang. Seiring dengan semakin sibuknya gaya hidup konsumen, terutama di daerah perkotaan di negara berkembang seperti Cina dan India, permintaan akan makanan siap saji dan camilan terus meningkat. Tepung kentang banyak digunakan sebagai pengental, penstabil, dan pemberi tekstur dalam produk-produk ini, sehingga meningkatkan kualitas dan masa simpannya.
Di Amerika Serikat, permintaan akan makanan siap saji tetap kuat, yang mencerminkan preferensi konsumen yang sama secara global. Meningkatnya permintaan ini sejalan dengan pergeseran yang lebih luas ke arah produk berlabel bersih dan bebas gluten. Tepung kentang, bahan yang secara alami bebas gluten, sangat cocok untuk pasar yang sedang berkembang ini, karena semakin banyak konsumen yang mencari bahan makanan utuh dan alternatif yang kurang diolah.
Selain makanan, pati kentang telah memperluas jangkauannya ke industri non-makanan, yang selanjutnya mendorong pertumbuhan pasar. Aplikasinya dalam pembuatan kertas, tekstil, dan farmasi menunjukkan keserbagunaannya. Karena semakin banyak industri mengeksplorasi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, permintaan akan pati kentang di sektor-sektor ini diperkirakan akan meningkat. Sifat pati kentang yang ramah lingkungan, sebagai sumber daya yang dapat diurai secara hayati dan terbarukan, menambah daya tariknya di berbagai pasar.
Lonjakan Ekonomi Asia-Pasifik: Titik Panas Pertumbuhan
Kawasan Asia-Pasifik akan menjadi pemain utama di pasar tepung kentang global. Industri makanan yang berkembang pesat di negara-negara seperti Cina dan India merupakan pendorong utama pertumbuhan ini. Meningkatnya populasi dan pergeseran preferensi konsumen ke arah makanan olahan dan makanan siap saji menciptakan lonjakan permintaan tepung kentang di kawasan ini.
Faktor kunci lain yang berkontribusi terhadap permintaan ini adalah peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan di negara-negara ini. Konsumen dengan daya beli yang lebih tinggi semakin bersedia membayar lebih untuk makanan dan minuman fungsional yang mengandung bahan-bahan yang lebih sehat dan alami seperti tepung kentang. Tren ini tidak hanya meningkatkan produksi lokal tetapi juga menarik perusahaan-perusahaan internasional untuk berinvestasi dalam industri pengolahan kentang di kawasan tersebut.
Khususnya, China telah muncul sebagai konsumen dan produsen tepung kentang yang signifikan. Kelas menengah yang terus tumbuh di negara itu menuntut lebih banyak pilihan makanan olahan, sementara industri makanannya beradaptasi dengan tren global. Populasi India yang mengalami urbanisasi dengan cepat dan kebiasaan makan yang terus berkembang juga berkontribusi terhadap perluasan pasar di kawasan tersebut. Karena makanan siap saji menjadi makanan pokok dalam diet modern di negara-negara ini, kebutuhan akan tepung kentang akan terus meningkat.
Tren Bebas Gluten dan Dampaknya
Seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen global akan kesehatan, permintaan akan produk bebas gluten dan berlabel bersih terus meningkat. Tepung kentang, yang secara alami bebas gluten, diuntungkan oleh tren ini. Konsumen beralih dari produk olahan tinggi dan padat kalori dan beralih ke makanan utuh yang mendukung pola makan seimbang. Pergeseran ini mendorong produsen makanan untuk memasukkan lebih banyak bahan alami seperti tepung kentang ke dalam produk mereka.
Menurut para ahli industri, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, dengan semakin banyaknya konsumen yang memilih alternatif bebas gluten sebagai bagian dari strategi kesehatan jangka panjang mereka. Bagi para petani dan pengolah kentang, hal ini menghadirkan peluang unik untuk memenuhi kebutuhan basis konsumen yang berkembang pesat yang menghargai pilihan makanan yang bersih, sehat, dan fungsional.
Pasar tepung kentang global sedang mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh meningkatnya permintaan akan makanan olahan, produk bebas gluten, dan keserbagunaan tepung kentang dalam aplikasi non-makanan. Kawasan Asia-Pasifik, dengan populasi yang terus bertambah dan pendapatan yang terus meningkat, menghadirkan peluang yang signifikan bagi para pelaku industri. Bagi para petani, ahli agronomi, pengolah, dan insinyur pertanian, memahami dan beradaptasi dengan tren pasar ini akan menjadi hal yang penting untuk tetap kompetitif dan memanfaatkan pasar tepung kentang yang terus berkembang selama dekade berikutnya.



