Ketika membahas produk pertanian bernilai tambah dan diversifikasi tanaman, sebuah contoh inovatif muncul dari tempat lahirnya keanekaragaman hayati kentang: Pegunungan Andes Peru. Di sini, petani-inovator Manuel Choqque, yang dijuluki "pembisik kentang", telah berhasil mengomersialkan anggur yang dibuat bukan dari anggur, melainkan dari umbi asli. Daun sirih, umumnya dikenal sebagai oca. Usaha ini melampaui hal-hal baru, mewakili persimpangan mendalam antara pengetahuan tradisional, budidaya varietas aktif, dan enologi modern yang menawarkan model menarik untuk menambah nilai signifikan pada tanaman umbi-umbian.
Choqque memanfaatkan kandungan gula tinggi yang melekat pada varietas oca tertentu, yang, dengan fermentasi terkontrol, menghasilkan kadar alkohol berdasarkan volume (ABV) sebesar 11-12%, sebanding dengan banyak anggur. Sejak 2014, ia telah membudidayakan varietas oca yang luar biasa. 90 varietas baru kentang dan oca, sebuah praktik seleksi mikro yang bertujuan mengoptimalkan sifat-sifat untuk produksi anggur, seperti kadar brix, efisiensi konversi pati-gula, dan profil rasa yang khas. Lini anggur Miskioca miliknya membutuhkan periode fermentasi yang panjang—delapan bulan untuk rosé, merah, dan putih manis, serta empat bulan untuk putih kering—yang menunjukkan proses biokimia yang kompleks. Oca sendiri merupakan bagian dari agro-biodiversitas Andes yang kaya, dengan lebih dari 900 varietas Peru yang diketahui dibudidayakan antara 3,000 dan 4,000 meter di atas permukaan laut. Penelitian agronomi terbaru, seperti studi tahun 2023 di Jurnal Tanaman Akar, menyoroti ketahanan oca terhadap embun beku dan tanah yang buruk, ditambah dengan kepadatan nutrisinya dalam vitamin dan antioksidan, menjadikannya kandidat ideal untuk pertanian yang tahan iklim. Penciptaan produk mewah seperti anggur secara langsung menjawab tantangan utama dalam sistem petani kecil: meningkatkan keuntungan ekonomi per unit lahan dan tenaga kerja.
Inisiatif anggur oca Manuel Choqque lebih dari sekadar keingintahuan lokal; ini merupakan studi kasus yang dapat diskalakan dalam kewirausahaan pertanian. Ini menunjukkan bagaimana pemahaman mendalam tentang patologi dan genetika tanaman, dikombinasikan dengan inovasi pemrosesan pascapanen, dapat menciptakan pasar yang sepenuhnya baru bagi tanaman yang kurang dimanfaatkan. Bagi para petani, ahli agronomi, dan ilmuwan, ini menggarisbawahi potensi besar yang terkandung dalam keanekaragaman hayati tanaman regional. Berinvestasi dalam seleksi, optimalisasi agronomi, dan pengembangan rantai nilai spesies asli seperti oca dapat mendorong pembangunan ekonomi pedesaan, meningkatkan ketahanan sistem pangan, dan menawarkan produk-produk unik kepada konsumen. Pelajaran dari Pegunungan Andes jelas: masa depan pertanian berkelanjutan mungkin bergantung pada penemuan kembali dan inovasi kekayaan genetik yang telah kita miliki.


