Untuk pertama kalinya di Ural, penanaman benih dipercayakan kepada kendaraan udara tak berawak. Di lahan pertanian pendidikan dan eksperimental Universitas Pertanian Negeri Ural (UrGAU), sebuah drone pertanian menanam benih rapeseed di lahan tersebut dalam waktu sekitar 30 menit — tugas yang biasanya membutuhkan waktu beberapa jam jika dilakukan oleh pengemudi traktor. Hanya dengan beberapa klik di aplikasi seluler, drone lepas landas dan mulai menanam secara otomatis menggunakan batas lahan yang telah ditandai sebelumnya. Tangki yang dapat dilepas pada drone tersebut dapat menampung sekitar 50 kilogram tanaman berbenih kecil, cukup untuk beberapa hektar, dan dapat dengan mudah diganti dengan tangki penyemprot untuk melindungi lahan dari hama. Sebelum penanaman, mahasiswa dan ahli agronomi menerbangkan drone DJI yang lebih kecil untuk memindai area tersebut, membuat peta lahan yang detail, dan mengirimkan data ke drone pertanian utama, yang kemudian beroperasi sepenuhnya secara offline.
Di UrGAU, teknologi tanpa awak sudah menjadi kenyataan, bukan hanya prospek masa depan. Pada tahun 2025, sebagai bagian dari proyek nasional “Sistem Pesawat Tanpa Awak,” universitas tersebut mendirikan sebuah perusahaan inovatif kecil bernama UralAgroDrone dan membentuk tim pilot yang terdiri dari mahasiswa. Tahun lalu, tim tersebut hanya memiliki dua drone pertanian; musim ini, mereka sudah memiliki enam. Para instruktur juga meningkatkan keterampilan mereka, berlatih sebagai instruktur BPLA (kendaraan udara tanpa awak) dan insinyur mekanik. Menurut pilot mahasiswa Ivan Isakov, keterampilan yang paling penting adalah ketelitian — 80–90% keberhasilan bergantung pada pemetaan lapangan yang tepat dan penandaan area berbahaya seperti pohon dan semak. Universitas berencana untuk memperluas teknologi ini ke bidang kehutanan dan kedokteran hewan.






















